Oleh: dr Sigit Setyawadi, Sp.OG.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sebelumnya saya mengucapkan selamat datang kepada teman teman di grup CERDAS FINANSIAL – SPIRITUAL . Terutama yg baru masuk dan bingung ini sebenarnya grup apa ?

Saya tidak tahu apa yang dijanjikan teman Anda untuk masuk ke grup BTD/CFS ini. Kalau dijanjikan masuk ke sini bisa kaya dengan cepat, pasti bukan itu.

Kalau ada yang mengatakan akan diajak bisnis, pasti juga bukan itu. Karena di BTD/CFS kita tidak berbicara bisnis apapun.

Bahkan kalau ada yang bertanya tentang bisnis ini bisnis itu atau investasi mana yang terbaik, pasti tidak akan saya jawab. Mengapa ? Karena percuma saja berbicara tentang bisnis atau investasi. Itu hanya alat untuk mengisi rejeki kita. Besarnya tergantung takaran atau plafon rejeki kita.

Intinya grup ini adalah grup untuk perubahan. Menaikkan takaran atau plafon rejeki kita sekaligus kecerdasan finansial.

Ada 2 pilihan hidup. Pilihan yang banyak diikuti orang (95%), adalah bekerja mencari uang seumur hidup. Ada yang di satu bidang pekerjaan seperti saya dulu sebagai dokter. Ada juga yang pada bidang lain seperti menjadi tentara, kemudian berhenti dan melamar menjadi Satpam, setelah tua pensiun dan membantu isteri membuka warung.

Pokoknya kerja kerja dan kerja sehingga nyaris tidak memiliki peran apa apa di dunia selain sibuk dengan diri sendiri dan keluarga.

Atau kita memilih kehidupan model kedua seperti kehidupan yang dimiliki para orang besar dan para Rasul dan Nabi. Bekerja keras sementara, kemudian pada suatu titik berhasil membangun “mesin uang”, maka mulai bisa memperhatikan kepentingan orang lain. Kita sudah selesai dengan diri kita karena memiliki sumber uang yang akan mengeluarkan uang terus menerus.

Jika Anda memilih kehidupan yang pertama, maka tidak tepat Anda berada di grup CFS ini. Karena. anda sudah berada di sana. Tidak ada yang perlu dirubah lagi.

Kalau Anda memilih kehidupan yang kedua, maka perlu memulai dengan merubah program di pikiran bawah sadar, belajar tentang keuangan dan belajar tentang bisnis.

Dahulu, untuk merubah program miskin di pikiran bawah sadar, Anda perlu merantau dan bertemu dengan orang kaya. Berkumpul dan bergaul dengan mereka dan Anda akan menjadi kaya.

Sekarang Anda cukup memulai dengan mendengarkan 2 audio relaksasi yang saya buat sebanyak 21 kali. Supaya Anda tidak canggung jika nanti saya bawa untuk masuk ke lingkungan orang kaya di tahap kedua.
Audio akan dishare pada kesempatan berikutnya di grup ini.

Di akhir tahap ke-2 Anda akan bisa menemukan sendiri bisnis atau investasi apa yang bisa membawa Anda menuju penghasilan pasif 100 juta sebulan.

OK, sabar saja ikuti dinamikanya selama satu minggu ke depan. Jika dianggap bagus ya diteruskan, jika dianggap jelek ya keluar saja.

Oh iya, sebaiknya Anda tidak beriklan, kopas hoax, agama, sara, politik, tokoh tertentu dan berita negatif apa saja. Anda pasti punya banyak grup selain di sini, jadi kirimkan saja ke sana. Karena orang yang di grup CFS/BTD tahu, siapa yang mengirimkan berita berita negatif, biasanya kaum elit atau ekonomi sulit. Untuk menjaga kondusif grup, admin kunci pengaturannya.

Di grup CFS ini khusus untuk pengembangan diri yang membutuhkan suasana positif.

Profil dr. Sigit Setyawadi 

Banyak yang bertanya siapa saya sampai sampai berani mempengaruhi orang lain untuk bisa berpenghasilan pasif besar dan freedom.

Saya perkenalkan dulu siapa saya dan perubahan yang terjadi pada diri saya.

1. Saya lahir 11 November tahun 1954, dari SD sampai SMA di Probolinggo. Lulus SMA tahun 1972, kuliah di FK Unair lulus tahun 1980. Kemudian dinas di Puskesmas Kerek Tuban 1981-1986, Montong Tuban 1986-1988 dan spesialisasi Obgin di Unair 1988-1993. Ke Pacitan sbg dokter kandungan pertama tahun 1993-1995. Pindah ke RS Syaiful Anwar Malang sampai pensiun dini tahun 2005. Tinggal dan praktek di RS Bersalin pribadi di Batu sampai menurunkan papan praktek 17 Agustus 2005.

Dari saat menjadi dokter sampai 1997 saya merasa bahwa sebagai dokter penghasilan saya aman dan saya ini orang kaya. Punya rumah besar dan mobil mewah dan banyak.

2. Tahun 1997, secara bergantian dalam waktu 2 minggu, saya dipertemukan dengan 3 janda dokter yg terpaksa berjualan door to door untuk menyambung hidup sepeninggal suami. Di situ saya menyimpulkan bahwa penghasilan dokter ternyata tidak aman. Aman bagi si dokter tetapi tidak aman bagi keluarganya. Mulai ada kegelisahan tetapi tidak tahu apa penyebab tidak amannya ? Hidup jalan terus seperti biasa.

3. Tahun 2000, terbit 2 buku Robert T Kiyosaki berjudul Rich Dad Poor Dad dan buku Cashflow Quadrant. Di buku itu saya jadi tahu mengapa penghasilan sy tidak aman. Yaitu karena bukan penghasilan pasif tetapi penghasilan aktif. Saya tersinggung karena disebutkan bahwa seseorang dengan kondisi seperti saya sebenarnya termasuk orang miskin. Saya bekerja hanya untuk bertahan hidup. Setiap ada penghasilan lebih, selalu digunakan untuk menambah kemewahan hidup, kemudian harus mempertahankannya dengan bekerja lebih keras lagi. Jika suatu saat pencari nafkah tunggalnya bermasalah, langsung kolaps semuanya. Meskipun ada rasa sakit di dada membaca buku itu, tetapi saya menyetujuinya.

Bukti bahwa saya sebenarnya semakin miskin adalah ketika terbukti saya semakin senior harus bekerja semakin keras dan itu sangat saya rasakan.

Robert T Kiyosaki mengatakan bahwa satu satunya cara bagi orang seperti saya itu harus mau menyeberang ke kuadran kanan dengan cara mengerjakan bisnis kuadran kanan. Tentu saja saya tidak mau menjalankan. Hidup pun tetap berjalan seperti biasa, bedanya saya mencoba investasi sana sini, di saham, kerjasama ternak, reksadana dsb. Semuanya gagal dan berakhir menyedihkan.

Orang lain mungkin sudah bangkrut dengan kerugian kerugian investasi itu. Tetapi sebagai dokter kandungan yang punya rumah sakit, tentu saya tidak akan bangkrut selama saya masih sehat.

4. Tahun 2003 saya dipaksa anak hadir ke sebuah seminar di Jakarta dan itu mengubah segalanya. Saya mendapat pencerahan di sana. Di sana bisa tahu bisnis kuadran kanan yang dimaksud Robert T Kiyosaki dalam buku bukunya. Akhirnya saya menjalankan sebuah bisnis yang tadinya sangat tidak saya sukai karena menganggapnya harus jualan dengan segala konotasinya.

5. Setelah mendapat penghasilan yang cukup besar dari bisnis itu, saya memutuskan berhenti praktek. Setelah beberapa bulan mempersiapkan pasien dan karyawan klinik, 17 Agustus 2005 saya berhenti praktek dan sekaligus pensiun dini dari PNS. Bisnis kuadran kanan tidak saya kerjakan lagi, kecuali membantu mereka yang ingin mengembangkannya.

6. Sampai hari ini penghasilan dari bisnis itu lancar, di samping untuk biaya dan gaya hidup masih ada sisa untuk investasi hotel, apartemen, kebun sawit dll. Saya berubah dari slave of money menjadi master of money seperti saran Robert T Kiyosaki

7. Setelah beberapa tahun menikmati kehidupan freedom seluruh keluarga (tidak satupun anak saya yang bekerja mencari uang), saya ingin menyebarkan faham baru itu yaitu merubah slave of money menjadi master of money.

Saya katakan kepada siapapun untuk tidak bekerja mencari uang terlalu lama. Berinvestasilah di ternak dsb. Idenya bagus tetapi faktanya ternak terlalu sulit di prediksi.

 

3 Jenis Rezeki

5 Langkah Menjadi Magnet Rezeki

5 langkah2 tersebut akan diuraikan di bawah ini

Proses Meminta

Proses Permintaan

Yakin

Terbentuknya Life Map

Cara Masuk ke Pikiran Bawah Sadar

Siapa kita

Law of Attraction

Kita harusnya kaya

Level Kepantasan Kita

Cara Meningkatkan Level Kepantasan2

Syukur

Sedekah

Pasrah

Doa

Jika saya bisa

Ketika kita sudah menjadi magnet rejeki, maka dalam menuju pada kemakmuran kehidupan keluarga tidak akan mengalami kesulitan.